Date: 14 Dec 2017
Welcome, Guest
Complete, all you can do here.
Sign Up »
Sonicly


[ New Messages · Forum Rules · Search · RSS ]
Page 1 of 11
Sonicly Forum » Sonicly Share » Education » Ambil yang Positif, Tinggalkan yang Negatif
Ambil yang Positif, Tinggalkan yang Negatif
xenjaDate: Sunday, 21 Nov 2010, 23.31 | Message # 1
Newbie
Group: User
User ID: 5052
Joined: 21 Nov 2010
Messages: 17
Awards: 1 [+] Loading Awards...
Dalam hidup ini secara sadar maupun tidak kita telah melakukan banyak hal. Mulai dari hal yang kita anggap sepele seperti makan, minum, dan tidur. Sampai pada hal penting seperti sekolah dan bekerja. Bahkan melakukan hal-hal yang baru.

Setiap orang pastilah memiliki minat yang berbeda. "Tak ada manusia yang sama." Walau kembar identik sekalipun minat pastilah berbeda. Hal ini dikarenakan motivasi yang berbeda pula. Dorongan dasar yang menggerakkan individu bertingkah laku ini sangatlah dominan dalam menentukan ke arah mana seorang anak Adam akan bertindak.

Selain motivasi intrinsik (motivasi yang berasal dari dalam diri individu) juga terdapat motivasi ekstrinsik (motivasi yang berasal dari luar diri individu). Motivasi ekstrinsik ini dapat berupa pengaruh orang lain seperti orang yang di idolakan sehingga bisa menjadi sumber motivasi. Karena adanya kecenderungan identifikasi atau keinginan menjadi sama dengan seseorang yang diidolakannya itu.

Sang idola secara tidak langsung memberikan sugesti positif maupun negatif terhadap fans atau penggemarnya. Sehingga akan terjadi proses imitasi (meniru). Mulai dari gaya hidup, mode pakaian, sikap, dan perilaku. Karena itu, kita perlu menyaring apa yang baik bagi kita dan apa yang tidak.

Kalau kita dapat melaksanakan prinsip di atas, kita akan lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam menjalani hidup ini. Namun sebaliknya jika kita tidak menyaring apa yang masuk ke otak dan hati kita, bukannya manfaat yang didapat melainkan kehancuran yang akan menghampiri. Dan kalau sudah begini rusaklah diri dan masa depan kita. Seperti kasus artis yang bersikap amoral sehingga memunculkan gerakan anti terhadap artis sampai-sampai ada beberapa kalangan menyerukan: "STOP mengidolakan artis."

Sekarang ini banyak sekali remaja di sekeliling kita yang terjerumus ke jurang kenistaan akibat dari identifikasi dan imitasi yang tidak terfilter terlebih dahulu. Mabuk-mabukan, memakai narkoba, tawuran, pergaulan bebas yang menjurus kepada seks bebas, dan tindak pidana kriminal. Semua itu hanyalah kenikmatan sesaat namun dapat menghancurkan semua yang kita cita-citakan. Bahkan lebih mencengangkan, menurut data detiknews.com, puluhan anak diperkosa gara-gara pelaku terpengaruh video porno artis. Dari 14-23 Juni KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menerima laporan 33 anak diperkosa yang berumur antara 4-12 tahun.

Video panas artis benar-benar sangat berdampak buruk bagi anak-anak. Sebab, kalangan muda serta pelajar begitu mengidolakan artis tersebut. Tidak hanya itu banyak juga artis yang telah terjerumus dalam pengunaan narkoba. Sehingga ada kesimpulan bahwa dunia artis yang menjadi idola remaja penuh dengan gaya hidup menyimpang. Inilah fakta yang perlu diperhatikan akan pentingnya filter terhadap perilaku yang dipertontonkan sang idola.

Apa yang tampak dilakukan publik figur semakin terpampang jelas seiring tingginya frekuensi arus globalisasi di era telekomunikasi sekarang ini. Tidak hanya di kota tetapi juga di desa. Selain melanggar norma-norma yang berkembang di masyarakat, seks bebas dan penggunaan narkoba juga sangat berisiko tertular penyakit. Seperti gonero, sifilis (raja singa), herpes genital, klamidia, Trikomoniasis vaginalis, Kandidiasis vagina, Kutil kelamin, dan yang paling menyeramkan adalah HIV AIDS (Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Akhirnya, mengidolakan seseorang boleh-boleh saja. Tapi, kita harus jeli memilih mana yang baik dan tidak bagi kita. Dan sang idola tidak harus seorang artis. Meniru semangat juang pahlawan-pahlawan nasional dalam memperjuangkan negaranya juga bentuk idola yang justru lebih baik. Kalau kita terlanjur mengidolakan seorang artis yang perlu kita contoh adalah semangat dalam berkarya bukan perilakunya. Karena artis juga manusia biasa, maka mereka tidak terlepas dari kesalahan selama perjalanan hidupnya. Kita semua dibekali Tuhan berupa akal pikiran agar kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan juga akal itulah yang membedakan kita dari mahluk lainnya.


 
jasonDate: Sunday, 28 Nov 2010, 00.13 | Message # 2
Newbie
Group: User
User ID: 3521
Joined: 19 Nov 2010
Messages: 82
Awards: 0 [+] Loading Awards...
wah bener sekali gan.
so keep positive and remove the negative.


 
never00missDate: Wednesday, 16 Feb 2011, 01.46 | Message # 3
Newbie
Group: User
User ID: 5084
Joined: 16 Feb 2011
Messages: 24
Awards: 0 [+] Loading Awards...
@jason

setuju sich gan..
tapi bnyk yg positif lama2 jadi negatif bingung bingung
kalo bingung maen logika ndri dah ..
ahahha.. gj


 
Sonicly Forum » Sonicly Share » Education » Ambil yang Positif, Tinggalkan yang Negatif
Page 1 of 11
Search:

Forum Statistics
New Posts Popular Topics Top Users New Members
Chrysler to build ZF'...
SEAL OFFLINE(SEAL OFFLIN...
Tips Menghias Kamar Agar...
Strategi Jitu Agar Lekas...
Tips Rahasia ML ...
Masyarakat Bisa Tuntut P...
Tanaman Berkhasiat Obat ...
Bahaya Onani Bagi Remaja...
Dicari, Sonicly Designer
PINGIN POSTING GAK JELAS...
CARA MENINGGIKAN BADAN D...
Dicari, Sonicly Designer
Lowongan Sukarela Untuk ...
PINGIN POSTING GAK JELAS...
Sebelum posting Thread, ...
Lama bekerja di depan Ko...
Bahaya Onani Bagi Remaja...
BEBAS!
PC Unik Gabungan Laptop,...
One Piece
777 [1035]
Fun [720]
jason [82]
mukakisut [79]
about:blank [61]
Vi [60]
deniel [35]
((X2X))Noobs_Hunter [31]
never00miss [24]
xenja [17]
twilightZone008
strike21
dencis
Fajri
ebe
envi
igor
kndykndy
oezil
Icescubes

Sign In

E-mail:
Password:

Sonicly Totalistic

Member: 5095
Forum: 2322
News: 27
Blog: 16
Downloads: 18
Comments: 5